2. Operator.
Dalam Java, ada beberapa tipe operator. Ada
operator aritmatika, operator relasi, operator logika, dan operator kondisi.
Operator ini mengikuti bermacam-macam prioritas yang pasti sehingga compilernya
akan tahu yang mana operator untuk dijalankan lebih dulu dalam kasus beberapa
operator yang dipakai bersama-sama dalam satu pernyataan.
a. Operator
Aritmatika.
Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk
menyelesaikan operasi matematika. Operator aritmatika yang disediakan Java
adalah sebagai berikut :
|
Operator
|
Keterangan
|
|
+
|
Penambahan
|
|
-
|
Pengurangan
|
|
*
|
Perkalian
|
|
/
|
Pembagian
|
|
%
|
Modulus (sisa
pembagian)
|
Listing Lat03.java
public class Lat03 {
public static void main(String[]
args) {
int i = 37;
int j = 42;
double x = 27.475;
double y = 7.22;
System.out.println(“Nilai
Variabel…”);
System.out.println(” i = ” + i);
System.out.println(” j = ” + j);
System.out.println(” x = ” + x);
System.out.println(” y = ” + y);
//penjumlahan angka
System.out.println(“Penjumlahan…”);
System.out.println(” i + j = ” + (i
+ j));
System.out.println(” x + y = ” + (x + y));
//pengurangan angka
System.out.println(“Pengurangan…”);
System.out.println(” i – j = ” + (i – j)); System.out.println(” x – y = ” + (x – y));
//pengurangan angka
System.out.println(“Pengurangan…”);
System.out.println(” i – j = ” + (i – j)); System.out.println(” x – y = ” + (x – y));
//perkalian angka
System.out.println(“Perkalian…”);
System.out.println(” i * j = ” + (i * j));
System.out.println(” x * y = ” + (x * y));
//pembagian angka
System.out.println(“Pembagian…”);
System.out.println(” i / j = ” + (i / j));
System.out.println(” x / y = ” + (x / y));
//menghitung hasil modulus dari pembagian
System.out.println(“Modulus…”);
System.out.println(” i % j = ” + (i % j));
System.out.println(” x % y = ” + (x % y));
//tipe penggabungan
System.out.println(“Gabungan…”);
System.out.println(” j + y = ” + (j + y));
System.out.println(” i * x = ” + (i * x));
}
}
System.out.println(“Perkalian…”);
System.out.println(” i * j = ” + (i * j));
System.out.println(” x * y = ” + (x * y));
//pembagian angka
System.out.println(“Pembagian…”);
System.out.println(” i / j = ” + (i / j));
System.out.println(” x / y = ” + (x / y));
//menghitung hasil modulus dari pembagian
System.out.println(“Modulus…”);
System.out.println(” i % j = ” + (i % j));
System.out.println(” x % y = ” + (x % y));
//tipe penggabungan
System.out.println(“Gabungan…”);
System.out.println(” j + y = ” + (j + y));
System.out.println(” i * x = ” + (i * x));
}
}
Catatan: Ketika integer dan floating-point number
digunakan sebagai operand untuk operasi aritmatika tunggal, hasilnya
berupa floating point. Integer adalah converter secara implisit ke
bentuk angka floating-point sebelum operasi berperan mengambil tempat.
b. Operator
Increment dan Decrement.
Dari sisi operator dasar aritmatika, Java juga terdiri atas
operator unary increment (++) dan operator unary decrement (–). Operator
increment dan decrement menambah dan mengurangi nilai yang tersimpan dalam
bentuk variabel angka terhadap nilai 1.
Sebagai contoh,
pernyataan :
count
= count + 1; //increment nilai count dengan nilai 1
pernyataan tersebut
sama dengan :
count++;
|
Operator
|
Keterangan
|
|
+ +
|
Bertambah 1
(Increment)
|
|
- -
|
Berkurang 1
(Decrement)
|
Operator increment dan decrement dapat ditempatkan sebelum atau
sesudah operand.
Ketika digunakan sebelum operand, akan menyebabkan variabel
diincrement atau didecrement dengan nilai 1, dan kemudian nilai baru digunakan
dalam pernyataan dimana dia ditambahkan.
Ketika operator increment dan decrement ditempatkan setelah
operand, nilai variabel yang lama akan digunakan lebih dulu dioperasikan lebih
dulu terhadap pernyataan dimana dia ditambahkan.
c. Operator
Relasi.
Operator Relasi membandingkan dua nilai dan menentukan
keterhubungan diantara nilai-nilai tersebut. Hasil keluarannya berupa nilai
boolean yaitu true atau false.
|
Operator
|
Arti
|
Contoh
|
Keterangan
|
|
<
|
Kurang dari.
|
x < y
|
Apakah x kurang dari
y?
|
|
<=
|
Kurang dari sama
dengan.
|
x <= y
|
Apakah x kurang dari
sama dengan y?
|
|
>
|
Lebih dari.
|
x > y
|
Apakah x lebih dari
y?
|
|
>=
|
Lebih dari sama
dengan.
|
x >= y
|
Apakah x lebih dari
sama dengan y?
|
|
==
|
Sama dengan.
|
x == y
|
Apakah x sama dengan
y?
|
|
!=
|
Tidak sama dengan.
|
x != y
|
Apakah x tidak sama
dengan y?
|
d. Operator Logika.
Jika operator hubungan membandingkan hubungan antara dua buah operand, maka operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan. Operator logika ada 5 macam, yaitu :
&& : logika AND (dan).
|| : logika OR (atau).
! : logika NOT (ingkaran / negasi).
^ : logika XOR (exclusive OR).
| : logika EXOR (inclusive OR).
&& : logika AND (dan).
|| : logika OR (atau).
! : logika NOT (ingkaran / negasi).
^ : logika XOR (exclusive OR).
| : logika EXOR (inclusive OR).
e. Operator Kondisi (?:).
Operator kondisi ?: adalah operator ternary. Berarti bahwa operator ini membawa tiga argumen yang membentuk suatu ekspresi bersyarat. Struktur pernyataan yang menggunakan operator kondisi adalah :
exp1?exp2:exp3
exp1?exp2:exp3
Dimana nilai exp1 adalah suatu pernyataan boolean yang memiliki hasil yang salah satunya harus berupa nilai true atau false.
Jika exp1 bernilai true, exp2 merupakan hasil operasi. Jika bernilai false, kemudian exp3 merupakan hasil operasinya.
Listing Lat04.java
public class Lat04 {
public static void main( String[] args ) {
String status =” “;
int grade = 80;
//mendapatkan status pelajar
status = (grade >= 60)?”Passed”:”Fail”;
//print status
System.out.println(status);
}
}
public static void main( String[] args ) {
String status =” “;
int grade = 80;
//mendapatkan status pelajar
status = (grade >= 60)?”Passed”:”Fail”;
//print status
System.out.println(status);
}
}
f. Operator Precedence.
Operator precedence didefinisikan sebagai perintah yang dilakukan compiler ketika melakukan evaluasi terhadap operator, untuk mengajukan perintah dengan hasil yang tidak ambigu/ hasil yang jelas.
Operator precedence didefinisikan sebagai perintah yang dilakukan compiler ketika melakukan evaluasi terhadap operator, untuk mengajukan perintah dengan hasil yang tidak ambigu/ hasil yang jelas.